Friday, November 11, 2016

yosiaandroshermawan

Headset Gaming Armaggeddon Molotov-3



Armaggeddon Molotov-3
Perkembangan teknologi yang kian pesat telah mengubah bagaimana sebuah perangkat digunakan. Bila pada beberapa dekade lalu komputer hanya bisa diletakkan di atas meja alias desktop, kini miniaturisasi telah mampu memberikan akses teknologi yang sama untuk perangkat mobile berukuran kecil. Perubahan ini juga menyebabkan gamer tidak lagi terpaku pada console atau PC yang tidak dapat digerakkan di dalam ruangan. Rasanya sudah tidak asing lagi bila Anda melihat gamer bermain game di perangkat smartphone atau mobile miliknya. Bahkan menurut perkiraan para ahli, tren ini akan semakin menguat dan industri game akan bergeser ke mobile di masa depan.
Bermain game dengan menggunakan perangkat mobile, seperti pada smartphone dan notebook tentu memiliki beberapa kendala yang harus diperhatikan oleh gamer yang memainkannya. Salah satunya adalah kebutuhan akan perangkat suara yang mantap. Tidak dapat dipungkiri lagi, game masa kini telah menginvestasikan begitu banyak dana untuk menghasilkan aransemen suara yang tidak kalah dengan film layar lebar sekalipun. Itu sebabnya memilih perangkat suara yang mampu membawa Anda ke dalam nuansa game menjadi sangat penting. Akan tetapi pada saat bersamaan tentunya Anda tidak ingin dibebani oleh headset gaming berukuran besar dan membutuhkan persyaratan khusus untuk digunakan, seperti yang biasa ditemukan pada headset gaming belakangan ini.

Kebutuhan inilah yang dipenuhi oleh Headset Mobile Gaming Armaggeddon Molotov-3. Berbekal bentuk yang sederhana, ringan, dan mudah dibawa, headset gaming ini dirancang untuk menemani sesi bermain game Anda ketika berada di luar ruangan. Pengoperasiannya juga begitu mudah; cukup tusuk jack 3.5mm yang mampu diterima oleh hampir semua perangkat mobile dan Anda dapat langsung menikmati reproduksi suara ala gaming yang bombastis. Beragam kualitas lain dari sisi suara gaming juga dapat ditemukan ketika mendengarkannya, sehingga bisa dibilang penampilannya yang sederhana seakan terkesan merendah dan tidak mencerminkan kemewahan yang terkandung di dalamnya.

Fakta bahwa gamer suka memamerkan perangkat yang digunakannya ketika bermain rasanya bukan hal yang baru. Kenyataan itu pula yang membuat produsen perangkat gaming berlomba untuk menampilkan bentuk produk yang futuristis serta penuh kilauan cahaya. Akan tetapi, tidak demikian dengan gamer mobile. Lokasi penggunaan perangkat serta kalangan gamer yang menggunakan media gaming mobile lebih condong berada pada gamer casual. Itu pula yang menjadi penyebab mengapa gamer dari kalangan ini ingin tampil beda tetapi tidak berlebihan. Hal ini yang dapat terlihat pada bentuk dan penampilan dari Molotov-3.

Bentuk dari Molotov-3 sendiri tidak memiliki banyak sudut seperti layaknya perangkat gaming hardcore. Ia juga tidak menggunakan banyak lampu untuk menghiasi permukaannya, bahkan sama sekali tidak ada pencahayaan di eksteriornya. Kesan sederhana yang diadopsi oleh headset ini terkesan seperti layaknya perangkat headphone biasa. Namun, headset ini memberikan kesan berbeda melalui warna yang digunakannya. Secara keseluruhan, Anda dapat menemukan empat warna dengan corak berbeda, yaitu hitam, kuning, abu-abu, dan merah. Corak kamuflase dapat ditemukan pada beberapa warnanya, sedangkan corak Carbon seperti yang ditemukan pada mobil balap dapat ditemukan pada headset hitam. Penggunaan warna dan corak yang tepat tersebut menekankan sisi gaming yang wajar pada penggunanya.
Warna tersebut tidak terhenti pada sebagian headset saja. Hampir semua bagian dari headset menggunakan warna dominan tersebut. Bahkan, pada headset merah yang kami gunakan ketika menyusun review ini hanya coraknya saja diwarnai hitam. Mulai dari headband, driver, sampai earcup dan kabelnya diberi warna merah! Bila Anda menggunakan headset ini di caffee ketika bermain game, sudah pasti akan ada orang di sekitar Anda yang melirik.
Read More
yosiaandroshermawan

Headset Gaming Dragon War G-Hs-002 Beast


Gaming Headset Dragon War G-Hs-002
Gaming Headset Dragon War G-Hs-002 Beast datang dengan design yang begitu menawan dengan perpaduan warna hitam dan biru. Soal harga gaming headset dragon war g-hs-002 beast ini di Indonesia berkisar antar Rp.300.000-Rp.325.000. Headset ini sudah dilengkapi dengan lampu dengan logo dragon war berwarna biru yang semakin menambah elegannya.

Untuk performa dan kualitas suara dari gaming headset ini saya cukup puas dengan harga yang begitu ramah di kantong. Selain itu bantalan busa sangat pas ditelinga dan nyaman juga tidak panas saat pemakain lama pas main game. Untuk memutar musik headset ini sudah lebih dari cukup, tapi sayangnya tidak bisa di colokan selain pc atau laptop karena memakai USB sebagai colokannya.

fitur tambahan yang menurut saya menambah "WAH" headset ini adalah adanya fitur getarnya, ketika bass gede akan ada getaran di headsetnya dan ini salah satu fitur yang saya suka.

Posisi mic di Gaming headset ini bisa dilepaskan karena memakai colokan jack.

spesifikasi  :

DRAGON WAR G-HS-002 BEAST GAMING HEADSET

Features:
Detachable Uni-Directional Noise Cancelling Mic
Foldable Design
40 mm Speaker Driver
Auto Adjustment Headband
Sound Force Feedback System
Light Effect
Vibration functions
Support PC

Headphone:
Frequency Response: 18 ~ 20,000 Hz
Diameter: 40 mm
Impedance: 32 ohm
Sensitivity: 110 +/- 3dB
Maximum Input: 40mW
Cable Length: 220 cm
Connection: USB
Weight: 220g

Vibrator:
Frequency: 30 Hz ~ 12000 Hz
Sensitivity: -58 dB
Impedance: 8 ohm

Microphone:
Frequency: 50Hz ~ 15 KHz
Sensitivity: -58 dB
Impedance: 2.2k ohm
Connection: 3.5 mm plug
Directional: Omni-directional

Packaging:
USB 5.1 Channel Sound Headphone x 1 Set
Detachable Microphone x 1 PC

Di kabelnya ada volume control, on off headset juga settingan buat  getarnya.
Read More
yosiaandroshermawan

Headset Gaming Thermaltake Shock One

 Thermaltake Shock One
Audio memang harus diakui, selalu menjadi elemen yang memang hanya dapat dinilai dari pengalaman personal yang ia ciptakan. Mengapa? Karena dengan beragam elemen yang membentuknya serta kecenderungan dominasi elemen yang berbeda satu sama lain, penikmat audio selalu memiliki preferensi yang berbeda satu sama lain. Lusinan angka memang dihadirkan untuk mendefinsikan kemampuan sebuah perangkat audio, namun ia tidak pernah menjadi sesuatu yang bisa disimpulkan secara teknis. Berangkat atas kepercayaan inilah, kami menjajal sebuah headset baru yang tiba di meja Jagat Play. Kali ini datang dari Thermaltake yang kian memperkuat barisan TteSports dengan beragam perangkat yang akan memanjakan kebutuhan gamer. Ucapkan selamat datang kepada Thermaltake Shock One!
Walaupun mendapatkan predikat sebagai sebuah peripheral gaming, hampir tidak mungkin untuk menilai kinerja sebuah headset hanya dari “nilai jual” utamanya tersebut. Karena pada akhirnya, headset selalu diposisikan sebagai pintu gerbang untuk mendapatkan pengalaman multimedia yang lebih sempurna, tidak hanya untuk video game, tetapi juga musik dan film. Lantas, seberapa baik Thermaltake Shock One membuktikan dirinya? Kami akan mengupasnya lebih dalam untuk Anda, dengan pengalaman yang dihadirkan sebagai fokus review.

Bentuk kotak dan warna merah yang menyala di kedua sisi earpads, Thermaltake Shock One memang menawarkan kesan pertama yang maskulin, setidaknya cukup untuk membuat aura Anda sebagai individu yang mencintai PC gaming mengalir kentara. Bentuk yang terlihat solid dan microphonenya yang elegan semakin memperkuat hal tersebut. Salah satu hal yang menarik dari desain Thermaltake Shock One adalah earpad yang ia tawarkan. Seperti yang kita tahu, hampir setiap gamer memiliki preferensi kenyamanan yang berbeda terhadap bahan earpad yang ada. Terlepas dari besar earpad yang mampu menutup keseluruhan daun telinga, keputusan untuk membeli sebuah headset seringkali didasarkan pada bahan yang digunakan, kulit sintetis atau busa. Keduanya memang memberikan sensasi dan tingkat kenyamanan personal yang berbeda.
Seolah dibangun untuk menjadi lebih adaptif bagi selera yang berbeda-beda, tidak tanggung-tanggung, Thermaltake Shock one langsung menyediakan dua jenis earpad di paket penjualan. Benar sekali, Anda bisa mengganti-ganti earpad dengan bahan kulit sintetis ataupun busa sesuai dengan preferensi Anda. Tidak hanya dari segi kenyamanan, namun keduanya tentu menghasilkan efek dan kualitas audio yang berbeda. Cara menggantinya juga sangat mudah, Anda hanya tinggal mencabutnya dengan lembut dengan proses pemasangan yang juga tidak sulit. Bagaimana dengan preferensi kami sendiri? Walaupun Shock One menjadikan earpad  berbahan sintetis sebagai default, namun earpad busa akan menjadi ujung tombak terbaik untuk menawarkan pengalaman multimedia terbaik ke telinga Anda. Ia menawarkan detail dan kualitas suara yang lebih mumpuni untuk Shock One, terlepas dari kelemahannya untuk meredam suara tersebut keluar.

Shock One juga memuat sebuah tombol multimedia terpisah yang dapat Anda sematkan untuk menghidupkan atau mematikan fungsi tertentu dengan super cepat. Ada tombol volume, mute, dan tombol untuk mematikan mic secara instan. Takut tidak sengaja menekan salah satunya? Anda juga bisa mengunci fungsi lewat tombol di sisi, atau sekedar mematikan lampu trademark di sisi earpad jika dirasakan mengganggu.  Salah satu nilai jual terbaik Shock One, selain kesempatan untuk memilih earpad yang dapat Anda gunakan, adalah bentuknya yang dapat dilipat menjadi jauh lebih ringkas. Ini tentu saja akan memudahkan Anda yang mobile untuk senantiasa membawa headset andalan Anda ini kemanapun Anda berada. Namun ingat, Thermaltake Shock One adalah sebuah headset yang hanya memiliki konektor port USB untuk dapat dinikmati. Pastikan terlebih dahulu perangkat Anda memiliki port ini, mengingat sebagian besar perangkat multimedia portable saat ini menggunakan 3.5mm jack sebagai jembatan utama.

Adaptif tidak hanya dari sisi desain perangkat kerasnya, Shock One juga membubuhkan sebuah driver untuk membantu Anda mendapatkan pengalaman audio yang Anda butuhkan. Dengan driver ini, Anda bisa melakukan beragam konfigurasi, baik secara manual maupun sekedar memilih preset yang sudah disuntikkan oleh Thermaltake di dalamnya. Anda juga dapat mengaktifkan teknologi 5.1 DTS yang sudah disematkan dengan menggunakan driver yang satu ini. Ada berbagai preferensi dan efek yang bisa Anda hasilkan dengan sekedar melakukan beberapa klik saja. Kesempatan untuk melakukan kustomisasi seperti ini tentu membuat Shock One tampil sebagai perangkat audio yang lebih dinamis, setidak cukup untuk memenuhi selera audio yang berbeda-beda. Mereka bahkan menyuntikkan preset tiga genre gaming utama di dalamnya.

Spesifikasi teknis headset Thermaltake Shock One ini meliputi:

Headset

  • Driver unit: 40mm
  • Frequency Response: 20Hz – 20KHz
  • Impedance: 32 ohm
  • Sensitivity: 114+/-3dB
  • Max.input: 100mW
  • Cable length: 3m
  • Connector: USB

Microphone

  • Directivity: Bidirectional with noise cancellation
  • Impedance: 2.2 k ohm
  • Frequency: 100-10KHz
  • Sensitivity: -45dB+/-3dB

Read More
yosiaandroshermawan

Headset Gaming Logitech G430

Headset Gaming Logitech G430

 

Audio memang menjadi salah satu elemen yang tidak bisa diabaikan begitu saja ketika kita menikmati game-game terfavorit di beragam platform yang ada. Ketika peripheral lain seperti keyboard dan mouse membantu menawarkan kenyamanan dan performa terbaik, audio menjadi pintu gerbang untuk memastikan pengalaman bermain hadir dalam kualitas paling maksimal. Dentingan peluru yang meluncur di sisi telinga, ledakan di depan mata, suara monster yang tersembunyi di kegelapan, hingga musik menggugah yang menemani tarian perang Anda, game tidak akan menarik tanpa dukungan kualitas audio yang mumpuni. Dari kebutuhan inilah, varian headset gaming ditawarkan oleh beragam produsen. Salah satunya Logitech dengan varian terbarunya – G430.

Elegan dan menarik mata gamer manapun yang melihatnya, Logitech G430 mungkin tidak menawarkan pernak pernik LED yang seringkali menjadi nilai jual sebuah headset gaming, namun warna biru muda yang ia padupadankan dengan karakteristik hitamnya, sudah menjadi indikator yang cukup kuat untuk membuatnya tampil berbeda dengan headset yang lain. Ukurannya sendiri tidak begitu besar dan cocok untuk digunakan oleh gamer manapun. Sebuah panel kecil juga disertakan untuk membantu Anda mengatur beragam fungsi secara instan. Bagian yang paling menarik? Bahwa Logitech G430 menyertakan port yang memungkinkannya digunakan dengan menggunakan port jack ataupun USB, membuatnya lebih adaptif untuk beragam perangkat mobile yang Anda gunakan, tidak hanya untuk PC.
Bagaimana dengan sisi kenyamanannya sendiri? Busa yang diadaptasikan untuk earpad akan memastikan telinga Anda tetap nyaman, walaupun menggunakan Logitech G430 untuk waktu yang cukup lama. Selain terasa lembut dan bebas tekanan, pilihan untuk menggunakan busa memastikan telinga Anda senantiasa dingin dan tidak berkeringat. Sayangnya, Logitech tidak menyertakan ekstra earpad berbahan karet untuk memberikan alternatif bagi gamer yang memang lebih terbiasa untuk menggunakan bahan yang satu ini. Walaupun menggunakan busa, salah satu yang menarik dari Logitech G430 adalah fakta bahwa ia mampu memerangkap suara dengan cukup baik. Jadi Anda tidak perlu khawatir bahwa suara yang Anda hasilkan di dalam headset akan terdengar di luar meskipun berada di level yang sedikit lebih keras dibandingkan suara normal.

Kesempatan untuk menggunakan port jack ataupun USB tentu saja menjadi nilai jual yang membuat Logitech G430 dapat digunakan untuk berbagai perangkat, apalagi didukung dengan ukurannya yang terhitung nyaman. Namun build-nya sendiri terhitung ringkih jika dibandingkan dengan produk kompetitor yang lain. Ia seolah membutuhkan perlakuan ekstra hati-hati dan terkesan mudah patah, walaupun Logitech tentu memastikan produknya yang satu ini untuk bertahan lama.
Logitech memang harus diakui merupakan salah satu produsen peripheral gaming dengan dukungan driver terbaik. Selain user-interface dan terintegrasi yang ia tawarkan, Anda akan berkesempatan untuk melakukan kustomisasi untuk perangkat Logitech manapun yang terkoneksi dengan PC Anda. Hal yang sama juga Anda dapatkan di Logitech G430 ini. Tampilannya memang terhitung sederhana dengan pilihan yang cukup terbatas. Selain memberikan equalizer sederhana yang memungkinkan Anda untuk mengatur volume untuk speaker dan mic, bass dan treble, Anda juga bisa mengaktifkan mode virtual surround dan menikmati efeknya secara real-time. Di sinilah terletak kekuatan utama dari Logitech G430 ini sendiri.

Virtual surround 7.1 menjadi pedang bermata dua untuk Logitech G430 ini. Di sisi yang lain, kualitas audio yang jernih dengan beragam detail elemen yang bisa ditangkap dengan baik akan menjadi nilai plus yang tidak bisa diganggu gugat, namun di sisi yang lain, menjadi bumerang. Perbedaan kualitas suara yang cukup signifikan antara mode 7.1 dan 2.1 terdengar sangat kentara, sehingga menikmati Logitech G430 tanpa dukungan driver akan menjadi pilihan yang absurd.
Spesifikasi teknis dan fitur headset gaming Logitech G430 ini meliputi:
  • Over-the-ear design
  • 40mm drivers
  • Sound isolation
  • Dolby 7.1 surround sound
  • Noise-cancelling boom mic
  • On-cable sound controls
  • 20Hz – 20kHz frequency response
  • 90dB/mW sensitivity
  • 32 ohms impedance


Read More
yosiaandroshermawan

Review Fallout series

 Fallout series
Seri yang satu ini juga berasal dari Bethesda layaknya seri The Elder Scrolls. Bedanya kalau The Elder Scrolls memiliki setting fantasi dengan dunia yang tampak sangat asri untuk dijelajahi, maka seri Fallout ini memiliki setting post-apocalypse yang berlokasi di bumi yang telah setengah hancur akibat perang nuklir. Meskipun memiliki cerita dan setting yang sangat berbeda dengan The Elder Scrolls, Fallout modern bisa dibilang memiliki gameplay yang cukup mirip dengan The Elder Scrolls.

Seri yang satu ini juga berasal dari Bethesda layaknya seri The Elder Scrolls. Bedanya kalau The Elder Scrolls memiliki setting fantasi dengan dunia yang tampak sangat asri untuk dijelajahi, maka seri Fallout ini memiliki setting post-apocalypse yang berlokasi di bumi yang telah setengah hancur akibat perang nuklir. Meskipun memiliki cerita dan setting yang sangat berbeda dengan The Elder Scrolls, Fallout modern bisa dibilang memiliki gameplay yang cukup mirip dengan The Elder Scrolls.
Bagian gameplay yang mirip bisa kamu temukan di bagian eksplorasi dari Fallout yang sangat bebas. Namun meskipun memiliki eksplorasi yang mirip, tapi bagian battle dari Fallout sangatlah berbeda dengan The Elder Scrolls. Hal ini dikarenakan The Elder Scrolls memiliki koleksi senjata yang didominasi oleh senjata melee layaknya kisah fantasi, sedangkan Fallout lebih didominasi senjata api layaknya cerita science fiction. Perbedaan pilihan senjata ini betul-betul mempengaruhi gameplay bagian battle dari Fallout. Penggunaan senjata api di Fallout membuat game ini sangat mudah untuk diterima baik penggemar shooter maupun RPG.
Read More
yosiaandroshermawan

Review The Elder Scrolls series

 The Elder Scrolls series

Seri RPG epik dari Bethesda ini selalu memberikan dunia yang sangat luas setiap perilisannya. Game terakhir dari seri ini, The Elder Scrolls V: Skyrim, dirilis pada 11 November 2011 silam dan sampai sekarang masih sering dibahas di berbagai media serta komunitas game. Seri The Elder Scrolls tidak hanya menawarkan dunia yang luas saja, tetapi juga menawarkan quest yang hampir tidak ada habisnya, serta karakter di dunia game yang memiliki jadwal rutin sehingga membuat mereka terlihat sangat hidup.
Skyrim sebagai game terakhir yang dirilis di seri ini memiliki impact yang sangat besar di kalangan penggemar RPG. Game ini mendapatkan respon yang sangat positif tidak hanya di kalangan gamer dan media barat saja, tapi juga mendapatkan respon positif dari media dan gamer Jepang. Padahal gamer Jepang biasanya memiliki preferensi RPG yang sangat berbeda dengan gamer barat.

Selain gameplay yang sangat luas, kelebihan dari seri The Elder Scrolls lainnya adalah pada komunitasnya. Jangankan Skyrim yang dirilis baru 2 tahun yang lalu, bahkan game ketiga dari seri ini, The Elder Scrolls III Morrowind, yang dirilis pada tahun 2002, sampai hari ini juga masih sering mendapatkan berbagai update mod dari penggemarnya. Jadi jangan heran kalau Skyrim yang memiliki teknologi lebih maju serta usia lebih muda masih mendapatkan berbagai mod baru setiap minggunya.
Jadi kalau kamu merupakan penggemar game open-world namun tetap ingin sebuah dunia dengan cerita yang menarik, seri The Elder Scrolls merupakan game yang wajib kamu coba. Seluruh seri The Elder Scrolls bisa kamu mainkan di Windows PC, namun saran saya kamu cukup mencoba dua game terakhir saja, The Elder Scrolls IV: Oblivion dan The Elder Scrolls V: Skyrim, yang tersedia untuk Windows, Mac, PS3, Xbox 360.

Read More
yosiaandroshermawan

Review Counter Strike GO

Counter Strike Global Offensive

Anda tidak bisa disebut sebagai seorang PC gamer jika belum pernah memainkan Counter-Strike sebelumnya. Mod dari franchise game FPS fenomenal Half-Life dari Valve ini memang harus diakui fenomenal. Tidak hanya muncul sebagai standar untuk game-game military shooter yang lahir setelahnya, Counter Strike juga lahir sebagai salah satu game kompetitif level professional yang paling sering dipertandingkan di masa lalu. Popularitasnya memang tidak perlu diragukan lagi, bahkan sempat membuat industri game centre Indonesia kembali bergairah karenanya. Kini setelah penantian yang cukup lama setelah versi terakhirnya – Source, Valve akhirnya merilis seri terbaru – Counter Strike: Global Offensive.
Counter Strike – Global Offensive sendiri tetap dibangun dengan menggunakan engine Source, namun dengan versi yang sudah lebih disempurnakan. Hal ini tentu saja membuatnya datang dengan visualisasi yang boleh dikatakan setara dengan franchise game serupa yang dirilis saat ini, dengan desain karakter dan setting yang juga lebih baik. Uniknya, bagi para gamer yang sempat mencicipi game ini di masa lalu, kehadiran seri terbaru ini tidak lantas membuatnya berbeda dan “asing”. Kami bahkan sempat mengutarakannya di preview kami sebelumnya, bahwa untuk sebuah alasan yang jelas dan kuat, Counter-Strike: Global Offensive ini justru akan lebih meninggalkan kesan nostalgia yang lebih kentara dibandingkan terasa menikmati sebuah game yang benar-benar baru. Semua elemen baru yang ia tawarkan seolah didesain untuk memperkuat hal tersebut.
Lantas, bagaimana performa Counter Strike: Global Offensive? Apakah Valve mampu meracik seri terbaru ini dengan sensasi yang membuatnya lebih sempurna dibandingkan seri-seri Counter Strike sebelumnya? Atau ia akan tampil sebagai sebuah blunder yang fatal? Review ini akan mengupas CS: GO lebih dalam untuk Anda.

Mengapa kita tidak membicarakan plot tentang game yang satu ini seperti review-review game lain yang sempat dirilis oleh Jagat Play di masa lalu? Karena pada dasarnya, Valve tidak memuat mode single player dengan basis cerita untuk Counter Strike: Global Offensive (CS: GO) sama sekali. Ia dihadirkan sebagai sebuah game MMOFPS, yang lebih berfokus pada pengalaman multiplayer yang kompetitif. Mekanisme gameplaynya sendiri tidak banyak berbeda dibandingkan seri-seri Counter Strike sebelumnya, dimana Anda akan berperan sebagai Counter-Terrorist maupun Terrorist dan terlibat dalam sebuah perang epik untuk memastikan kemenangan kubu masing-masing. Map yang disediakan juga masih akan datang dengan misi uniknya masing-masing, walaupun sebagian besar berkisar seputar bomb detonation dan hostage rescue.
Satu yang unik dari CS: GO, terlepas dari tampilannya yang kini berubah jauh lebih baik, ia masih memancarkan aura CS klasik yang begitu kental. Jika Anda pernah memainkan seri CS di masa lalu, maka Anda akan langsung mendapatkan perasaan familiar yang begitu kental ketika memainkan seri terbaru ini. Apa sebab? Kehadiran beberapa map ikonik di masa lalu mungkin menjadi salah satu elemen yang akan meninggalkan kesan pertama tersebut kepada Anda. Map-map klasik seperti Dust, Dust 2, Italy, Inferno, Train, hingga Aztec dihadirkan dengan bentuk rancang yang masih sama, seperti yang sudah kita kenal. Walaupun demikian, bukan berarti Valve tidak memodifikasi peta-peta ini sama sekali. Beberapa map mendapatkan perombakan yang cukup signfikan dengan penambahan jalur ekstra untuk memastikan pertempuran yang lebih seimbang dan dinamis antara para CT dan Teror. Beberapa elemen sederhana seperti kotak / drum yang biasa digunakan untuk melakukan cover dan camping kini digeser, dihapus, dan ditambahkan. Namun pada dasarnya, map-map ini tetaplah menjadi map pertempuran ikonik yang sudah lama Anda kenal.

Kesan nostalgia dari CS: GO juga tidak hanya didapatkan dari berbagai map ikonik yang tetap disertakan di dalamnya, tetapi dari mekanisme gameplaynya sendiri. Valve tampaknya bersikukuh untuk mempertahankan identitas seri terbaru ini sebagai sebuah game Counter-Strike yang pernah kita kenal dan tidak tertarik untuk memberikan perombakan signifikan untuknya. Tidak ada usaha untuk menjadikannya sebagai “clone” untuk game-game military shooter yang sedang populer saat ini. Anda masih akan menemui cara bertempur yang sama: membeli senjata di awal permainan dan kemudian bergerak untuk membunuh tim lawan dan mencapai misi masing-masing dalam cara yang klasik. Senjata yang Anda pegang juga akan menawarkan “cita rasa” yang sama, dengan sistem recoil yang serupa dan cara penggunaan yang sama. Bagi Anda yang berhadap ia akan datang dengan ironsight seperti halnya game FPS yang lain, Anda terpaksa harus kecewa. CS: GO tetap menuntut Anda untuk mengandalkan crosshair di depan mata, dan beberapa zoom up untuk senjata tertentu
Read More
yosiaandroshermawan

Review Lost Saga

Apa Itu Lost saga

 

  Lost saga adalah game casual dan permainan mmorpg dikembangkan oleh io entertainer di korea selatan disebarkan dbeberapa negara seperti korea amerika thailand indonesia dll di indonesia disebarkan oleh perusahaan gemscool.

 Karakter di Lost saga di korea selatan disebut pasukan sewaan atau hero di korea selatan amerika serikat thailand dan indonesia plajurit sewaan dibagi menjadi lima yaitu melee ranged special magic dan premium pemain dapat melakukan pembelian di toko dalam game menggunakan peso dan juga dapat menggunakan gcash gcash adalah mata uang khusus lost saga yang dapat dibeli dengan uang asli dan gcash adalah mata uang cash khusus indonesia peso dapat didapat dengan mengikuti battle atau event.

 Pemain dapat membeli hero 2 jam 10 jam 30 hari atau permanen dengan harga yang tertera setiap pemain hanya bisa membeli hanya jika slot hero masih ada yang tersisa dan jika memiliki leboh dari satu hero dia bisa mengganti hero ketika bermain dengan menggunakan angka yang ada di atas pojok.

 Selain itu pemain dapat mengganti gear yang bisa untuk melakukan skill dan tampilan berbeda setiap skill memiliki kemampuan yang berbeda beda (ada juga yang sama skillnya tetapi tampilannya berbeda) biasanya dilakukan untuk kombo tertentu.

hero heronya Melee  :Shadow assasin,Viking rider , grim reaper , iron knight dll
                     Ranged:Robin hood, Space trooper, Muskeeter , cowboy dll
                     Special:Captain hook Were wolf dll
                     Magic  :Fire mage ice mage sorcerer ligthning mage cyber madic dll
                     Premium:Ragna jin kisaragi hazama gatot kaca dll

 Di lost saga juga ada hero evolution yaitu membuat suatu hero menjadi berbeda skill ataupun serangan nya seperti dark knigth menjadi jangkauan serangan nya jadi luas tetapi di indonesia saat ini baru bisa Hong gil dong  Death knigth , robin hood , kage ninja tetapi nanti juga banyak dengan cara menggunakan soul stone dan mengharuskan hero tersebut harus permanent dan memiliki senjata permanent

Contoh Mode mode nya

 1.Prisoner

 Prisoner atau mode tawanan merupakan mode yang memiliki 2 cara untuk menang yaitu dengan cara membunuh semua lawan atau dengan cara mengubah semua lawan menjadi tawanan jika anda menjadi tawanan anda bisa bebas jika ada tim mu yang menyerang mu tetapi jika anda jatuh maka anda akan harus menunggu ronde selanjutnya

2.Boss raid

 Boss raid adalah mode dimana salah satu dari pemain akan dipilih menjadi boss dengan ciri fisik lebih besar dari yang lainnya dan juga memiliki knockband yang besar semakin banyak pemain yang bermain maka boss akan semakin kuat jika seseorang berhasil mengalahkan boss maka dia akan menjadi boss berikutnya begitu terus sampai waktu habis

3.Crown control

 Crown control adalah mode yang merebutkan mahkota jika tim anda yang mendapat mahkota maka harus melindungi yang memiliki mahkota jika anda yang mengambil mahkota maka anda akan menjadi raja dengan ciri ciri tubuh menjadi besar bergerak lambat dan beberapa skill tidak bisa dipakai dan begitu terus sampai si pemegang mahkota bisa mempertahankan mahkota nya sampai 100%
Read More
yosiaandroshermawan

Review Dragon Age Series

 

  Dragon Age series

 Pada akhir tahun 2009 BioWare muncul dengan sebuah RPG yang sangat sukses memuaskan baik gamer yang sudah dari dulu menggemari RPG maupun gamer yang baru mulai terjun ke genre yang satu ini. Game yang berhasil merebut perhatian banyak gamer ini adalah Dragon Age: Origins.

Game dengan tingkat kesulitan yang tinggi ini menyajikan tantangan ala dungeon crawling untuk penggemar RPG veteran. Selain gameplay yang mempunyai appeal tersendiri kepada fans RPG veteran, Dragon Age: Origins juga memiliki cerita yang disampaikan dengan cinematic yang sangat menarik. Rasa-rasanya teknik penyampaian cerita yang dibuat dengan apik layaknya film Hollywood inilah yang membuat Dragon Age bisa dengan sukses menggaet fans-fans baru.

ua tahun sesudah perilisan Dragon Age: Origins, BioWare merillis Dragon Age II yang sayangnya tidak mendapatkan respon sepositif game pertama. Game kedua ini mengalami beberapa perubahan dari segi gameplay yang tadinya lebih memaksa pemain untuk berpikir dan mengatur strategi, menjadi sedikit lebih mengarah ke action. Selain itu, hal paling kelihatan adalah bagaimana game ini mengulang dungeon yang sama di sepanjang game, membuat desain level dari Dragon Age II terlihat sangat membosankan. Tidak hanya itu saja, tingkat kesulitan dari Dragon Age II juga dibuat jauh lebih mudah dibandingkan dengan game pertama, membuat banyak orang yang mencintai tingkat kesulitan dari game sebelumnya merasa kecewa.

Meskipun mengalami penurunan dalam kualitas gameplay, Dragon Age II masih tetap memiliki kualitas yang tinggi untuk urusan cerita. Jadi kalau kamu senang dengan Dragon Age: Origins dan tidak sabar ini mencoba Dragon Age Inquisition, game kedua dari seri ini tetap tidak boleh kamu lewatkan.
Seluruh seri Dragon Age tersedia untuk Windows, Mac, PS3, dan Xbox 360.
Read More
yosiaandroshermawan

Review Call of Duty Black Ops III



Sebelum memainkan Call of Duty®: Black Ops III saya tahu bahwa seri kali ini akan mengambil tema masa depan dan menggunakan pakaian super seperti yang diperkenalkan seri sebelumnya, Advanced Warfare. Saya suka dengan mode single player Advanced Warfare tapi saya tidak bisa mengatakan hal yang sama tentang multiplayer dari game tersebut. Advanced Warfare terasa terlalu canggih dengan peta yang terlalu luas secara vertikal dan berbagai perks baru.

Saya takut Black Ops III mengambil terlalu banyak elemen dari Advanced Warfare dan itu akan sangat membosankan bagi saya. Tapi saya senang dibuktikan salah, Black Ops III memang mempunyai elemen yang mirip dengan Advanced Warfare, tapi saya masih bisa mengatakan bahwa Call of Duty®: Black Ops III masih sebuah game Call of Duty® yang baru.
Secara mendasar tidak ada yang berubah dari Call of Duty®: Black Ops III dan saya yakin begitu pula dengan lima seri Call of Duty® selanjutnya. Jadi saya hanya akan highlight beberapa fitur baru yang saya anggap berperan besar dalam seri kali ini.

Tekan lompat dua kali dan kamu akan mendapatkan sedikit tambahan energi untuk melompat lebih jauh. Persis dengan Advanced Warfare, namun sedikit lebih lemah. Masalah dengan Advanced Warfare adalah lompatannya terlalu kuat dan dapat membawa kamu ke mana saja. Ini membuat permainan sedikit sulit dan camper semakin unggul.
Implementasi Power Jump Call of Duty®: Black Ops III terbilang sangat pas. Ini bisa membantu kamu mencapai beberapa platform tertentu tapi dengan batasan mana yang bisa dilompati mana yang tidak. Sebagian besar waktu kamu akan tetap dihabiskan untuk konsentrasi ke arah depan. Tidak seperti Advanced Warfare di mana kamu harus melihat atas dan bawah karena musuh bisa berada di mana saja.

Berlari kemudian melakukan sliding memang bukan hal baru. Saya sering melakukannya di Ghost, namun baru kali ini Power Slide benar-benar terasa berguna. Power Slide akan mengonsumsi setengah energi sehingga kamu dapat melakukannya dua kali walaupun tidak berturut-turut. Karena Power Slide berbasis energi artinya kamu tidak butuh berlari jauh-jauh sebagai ancang-ancang, dan ini benar-benar membawa perbedaan.
Ketika saya sudah menembak musuh dan musuh baru datang dalam hitungan detik saya bisa kabur ke kiri dengan Power Slide, reload, dan kembali baku tembak. Selain itu, sekarang peta juga dipenuhi dengan banyak tempat berlindung sehingga kamu dapat menggunakan Power Slide untuk langsung menuju tempat perlindungan terdekat. Bahkan tempat berlindung ini sedikit terlalu banyak sehingga tidak terasa alami. Peta lebih terasa seperti tempat umum yang dimodifikasi untuk berperang.

Call of Duty menawarkan kill streak reward, jika kamu berhasil membunuh musuh tiga kali atau lebih, kamu akan mendapatkan sesuatu yang berguna. Tapi berapa banyak pertandingan berlalu tanpa berhasil mengeluarkan reward sama sekali?
Specialist khusus dibuat untuk menjembatani hal ini. Seiring kamu bermain, bar dari senjata spesial akan pelan-pelan terisi dan jika sudah penuh maka kamu dapat menggunakannya. Senjata spesial ini jumlahnya ada sembilan, mulai dari pisau yang dapat membunuh dengan cakupan area, sampai ke busur dengan peledak. Ini membuat semua orang dapat merasakan sesuatu yang spesial dalam game.
Selain tiga fitur utama di atas sebenarnya ada beberapa fitur lain yang cukup menarik namun bukan sebuah game changer. Tapi saya cukup senang untuk mengabarkan beberapa hal seperti kembalinya sniper atau personalisasi senjata. Setiap seri Call of Duty memang memiliki sniper, namun saya merasa mereka membunuhnya lewat seri terakhirnya.
Begitu banyak orang beterbangan dan senjata sniper yang tidak one-hit-kill membuat saya benar-benar tidak menyukai Advanced Warfare. Di sini sniper sedikit lebih sulit dari Ghost namun tetap memiliki rasa yang sama.

Jika kamu tidak suka dengan Advanced Warfare karena terlalu canggih maka Call of Duty®: Black Ops III akan terasa sangat pas. Tapi jika sebaliknya, maka Call of Duty®: Black Ops III akan terasa seperti langkah mundur. Banyak elemen yang mengalami downgrade seperti senjata yang tidak terlalu futuristis, tidak ada tipe senjata baru, fase game yang sedikit lebih lambat (namun tetap cepat khas Call of Duty).


Read More
yosiaandroshermawan

Review Black Squad Indonesia



Black Squad merupakan game yang sangat cocok menempati bingkai tersebut. Sebagai game FPS terbaru dari Gemscool, salah satu publisher game online terkenal di tanah air, game ini harus dimainkan dengan bantuan koneksi Internet alias game online. Jadi, Anda selalu dapat bertemu dengan pemain lain dari seluruh belahan Indonesia. Namun, keseruan yang ditawarkan Black Squad bukan hanya terbatas pada kemampuannya untuk dimainkan secara online saja.

Game ini memperlihatkan hal yang cukup jarang ditemukan di kancah game online tanah air, yaitu kualitas tampilan grafisnya yang begitu tinggi. Bukan hanya ia menggunakan dukungan Unreal Engine 3 untuk memperlihatkan tampilan yang “Wah,” game ini juga memiliki cukup banyak fitur yang menarik. Melalui beragam kegiatan dan mode permainan yang dapat ditemukan dalam game ini, gamer dapat dengan mudah menemukan variasi gameplay lain ketika sudah bosan di satu mode permainan.

Meskipun game ini belum lama hadir, bahkan ia masih berada dalam tahap Close Beta atau pengetesan bug pada saat artikel ini disusun, sekitar pertengahan Juni 2015, tetapi Black Squad telah memperlihatkan bibit yang tepat untuk menjadi game shooter yang enak untuk dimainkan. Bila Anda cocok dengan game shooter yang agak rumit ketika menembak, seperti Call of Duty dan Counter-Strike, maka game ini sangat cocok untuk Anda.

Game ini mengikuti pedoman yang dibawa oleh game shooter online lain yang ada, yaitu tidak adanya cerita yang cukup solid untuk mendukung latar belakang game ini. Wajar saja, game shooter online memang mengandalkan akses yang cepat untuk memulai aksi. Jadi, tipe game seperti ini memang tidak begitu mementingkan alur cerita yang kuat seperti Call of Duty. Hal yang paling penting adalah Anda dapat langsung bertemu dengan gamer lain, membuat tim, dan bertempur!

Cepatnya akses untuk bertemu dengan aksi tersebut menjadi fitur yang cukup kuat dalam Black Squad. Setelah Anda membuat Callsign sebagai nama Anda dalam game ini, layar permainan akan langsung memperlihatkan daftar server yang dapat Anda ikuti. Uniknya, game ini memberikan server khusus untuk arena pertempuran Clan. Itu sebabnya game ini sangat mendukung kerjasama tim dan mendorong Anda untuk menemukan Clan secepat mungkin.

Mode permainan dalam game ini juga cukup banyak. Setidaknya Anda dapat menemukan 13 jenis mode permainan yang terbagi dalam 3 Mission. Peta yang bisa dimainkan pada setiap mode juga cukup bervariasi, mulai dari surga sniper yang besar hingga arena untuk bertempur menggunakan pisau! Untuk setiap arena yang dibuat, Anda dapat bertemu dengan 20 hingga 32 pemain lain. Meskipun sekilas tidak begitu banyak, kenyataannya tidak demikian. Sebab, Anda akan selalu bertemu dengan pemain lain meskipun arena permainannya cukup besar.
Read More
yosiaandroshermawan

Review Point Blank Garena Indonesia



Point Blank adalah game online yang bergenre FPS (First Person Shooter). Permainan ini dikembangkan oleh Zepetto dari Korea Selatan dan dipublikasikan oleh NCSoft. Selain di Korea Selatan, game ini juga mempunyai server sendiri di berbagai negara seperti Indonesia, Amerika Serikat, Thailand, Rusia, Brasil, Turki dan Peru. Di Indonesia, permainan ini pernah dikelola oleh PT. Kreon melalui Gemscool namun akhir Juni 2015 kemaren Point Blank resmi berganti publisher dari Gemscool ke Garena.

Semenjak Point Blank berganti publisher (Garena, red), game Point Blank ini seolah bangun dari mati surinya. Banyak player yang sudah pensiun (berhenti bermain) ikut bermain lagi. Karena semenjak publisher baru, banyak memberikan item-item secara free. Dan banyak memberikan perubahan di dalam game mulai dari server yang lebih cepat, berkurangnya cheater (pengguna program ilegal), penghapusan tombol vote kick (tombol yang banyak merugikan master) dan banyak lainnya.

Game Point Blank ini berkisah tentang perseteruan antara Free Rebels dan pemerintah yang dalam hal ini adalah Counter Terrorist Force (CT-Force). Sekilas game ini nampak seperti game perang pada umumnya, namun jika anda sudah beberapa kali memainkan game ini akan muncul sensasi yang luar biasa yang timbul akibat game ini. Bahkan anda tidak akan bosan-bosan untuk bermain game ini walaupun anda bermain di map yang sama untuk kesekian kalinya. Ini dikarenakan skill (kemampuan) player yang kita hadapi tidak selalu sama, karena diantara player yang kita hadapi ada yang masih newbie (pemula) ada juga yang sudah master (senior).

Dalam game Point Blank kita menghadapi player dari berbagai daerah yang tersebar di seluruh indonesia (mulai dari sabang sampai merauke). Jadi dengan bermain game ini kita juga bisa mendapatkan kawan baru dari berbagai daerah. Pemain game ini bervariasi mulai dari anak-anak, remaja dewasa. Bahkan game Point Blank ini juga di gandrungi oleh kaum hawa (wanita).

Didalam game ini kita juga bisa membuat Clan (kelompok), Namun untuk membuat Clan tidak semua player diijinkan, karena untuk membuat Clan player harus mencapai level tertentu terlebih dahulu. Namun bagi player yang ingin bergabung dengan Clan tapi belum mencapai persyaratan untuk membuat Clan, player masih bisa bergabung dengan clan - clan yang sudah ada. Dalam Clan kita dapat melatih kekompakan dan saling memberikan kepercayaan terhadap kawan. Jadi game Point Blank tidak selamanya berperang untuk mengejar pangkat (level) game. 
Read More

Thursday, September 15, 2016

yosiaandroshermawan

Cara Mengisntal Windows 7 di VirtualBox


Cara Menginstall Windows 7 di VirtualBox


1. Buka terlebih dahulu aplikasi VirtualBox. Jika belum ada, kamu bisa download dari website resminya
2. Setelah terbuka, buat mesin virtual baru dengan klik tombol New atau bisa melalui menu Machine >> New atau juga bisa menggunakan tombol kombinasi Ctrl + N.
Tutorial Cara Menginstall Windows 7 di VirtualBox
3. Akan muncul jendela baru, disini kamu diminta untuk mengisi nama mesin virtual yang akan dibuat serta type sistem operasi yang akan digunakan nantinya.
Setelah mengisi Nama dan type OS, klik Next untuk melanjutkan.
Tutorial Cara Menginstall Windows 7 di VirtualBox
4. Kemudian atur kapasitas RAM yang akan diberikan untuk mesin virtual. Karena kita akan mengisntall windows 7, saya menyarankan untuk menggunakan kapasitas sebesar 1024 MB. Klik Next untuk melanjutkan.Tutorial Cara Menginstall Windows 7 di VirtualBox
5. Kamu diminta untuk membuat harddisk virtual. Kamu bisa menggunakan harddisk virtual yang sudah ada, tetapi jika belum ada kemu bisa membuatnya dengan memilih Create a virtual hard drive now. Kemudian klik Create.
Tutorial Cara Menginstall Windows 7 di VirtualBox
6. Masih tentang harddisk virtual, selanjutnya kamu diminta menentukan format virtual disk yang akan digunakan. Pilih saja VDI (VirtualBox Disk Image). Kemudian klik Next untuk melanjutkan

7. Selanjutnya pilih Dynamically Alocated, kemudian klik Next.
Tutorial Cara Menginstall Windows 7 di VirtualBox
8. Aturlah kapasitas harddisk yang akan diberikan untuk komputer virtual tersebut. Kemudian klik Create.
Tutorial Cara Menginstall Windows 7 di VirtualBox
9. Komputer atau mesin virtual telah berhasil dibuat. Sekarang kita nyalakan untuk mulai menginstall windows 7 di VirtualBox. Klik tombol Start yang ada di bagian atas.
Tutorial Cara Menginstall Windows 7 di VirtualBox
10. Ketika baru dinyalakan kamu akan diminta memasukan File ISO Windows 7 untuk menginstall. Pilih file windows 7 dengan klik icon folder, kemudian klik start.
Tutorial Cara Menginstall Windows 7 di VirtualBox
11. Setelah klik Start, secara otomatis komputer virtual akan merestart. Dan kamu bisa mulai menginstall windows 7 seperti biasa sebagaimana menginstall pada komputer sebenarnya.
Tutorial Cara Menginstall Windows 7 di VirtualBox
Read More

Thursday, September 1, 2016

yosiaandroshermawan

Instalasi Windows 7

 Langkah-Langkah Menginstall Windows 7
  1. Masukkan Installer Windows 7 yang sudah Anda siapkan dan catat serial numbernya.

  2. Atur agar booting awal melalui DVD. Pengaturan dilakukan pada BIOS. Anda bisa tekan Delete ataupun F2 untuk bisa masuk BIOS, atau sesuaikan dengan motherboard Anda. Kemudian Simpan lalu restart.
Atur booting
3. Jika muncul peirintah Press any key too boot from CD or DVD, Anda bisa tekan tombol apa saja. Setelah itu akan muncul proses Windows is loading files, dilanjutkan dengan Starting Windows.
Setup is loading filesStarting Windows
  1. Pilih Language to Install, Time and currency format, untuk keyboard biarkan US. Lalu klik Next.
Pilih Language to Install, Time and currency format, dan Keyboard layout
5. Karena tujuan kita adalah mnginstall, maka pilih Install Now.
install now
6. Tunggu beberapa saat pada proses Setup is starting.
Setup is Starting
7. Beri centang pada I accept the license terms, kemudian klik next.
beri centang pada I accept the license terms
8. Pada bagian ini, pilih saja Custom (Advenced). Agar nantinya dapat memilih di drive mana Windows 7 akan di install.
pilih custom
9. Mengatur drive sekaligus partisi pada step ini di sarankan bagilah hardisk minimal 2 drive.
Satu untuk drive untuk windows 7 (C) dan satu drive untuk data (D) dengan memilih drive option. Sebelum lanjut, pilihlah Disk 0 Partition 2 yang merupakan partisi (C). Kemudian klik Next.
partisi harddisk
10. Tunggulah beberapa proses installasi dibawah ini.
proses copying windows filesproses copying windows filesproses installing featuresproses installing updates11. Secara otomatis komputer akan resstart sendiri.

otomaris restartbooting12. Setelah selesai restart, tunggulah proses Setup is starting service.
Setup is starting service
13. Proses installasi akan dilanjutkan secara otomatis.
Completing Installation
14. Setelah proses installasi seleesai, komputer akan kembali restart.
setup will continue after starting your computerkembali mulai15. Tunggulah hingga proses Setup is preparing your computer for first use selesai.
Setup is preparing your computer
16. Dan akan dilanjutkan dengan proses Setup is checking video perfomance.
Setup is checking video perfomance
17. Setelah proses diaatas, Anda akan diminta memasukan Username dan Computer Name, kemudian klik next.
memasukan Username dan Computer Name
18. Jika diperlukan, masukan password yang Anda inginkan. Langsung saja klik next, jika tidak diperlukan.
password
19. Masukkan Product key, lalu klik next. Jika tidak memilikinya Anda bisa lewatkan dengan klik skip.
Product key
20. Pilih opsi yang Anda inginkan untuk fasilitas windows update.
windows update
21. Pilih zona waktu Anda.
zone waktu
22. Anda diminta untuk menetapkan lokasi jaringan, jika Anda terhubung dalam sebuah jaringan.
lokasi jaringan
23. Sampai disini Anda sudah berhasil, menginstall windows 7 pada komputer ataupun laptop Anda. Tunggulah sampai masuk ke dekstop.
Windows is finallizing your settingwelcomepreparing your desktoptampilan desktop windows 7Kini, windows 7 sudah terpasang di komputer ataupun laptop Anda. Jika Perangkat yang Anda gunakan masih dalam keadaan baik, maka proses installasi windows 7 akan berjalan dengan baik dan lebh cepat. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.
Read More